Orang Yang Patah Hati Itu?

13.33

Akhir-akhir ini banyak teman yang curhat sama gue, rata-rata mereka bilang kenapa harus ada patah hati, kenapa harus ada sakit hati dan kenapa harus ada hati-hati yang bikin hati makin sakit?

Gue ngangguk-ngangguk aja, mencoba memahami keadaan mereka, mencoba merasakan apa yang mereka rasakan, sesungguhnya gue gak perlu mencoba untuk merasakan, tapi sebenarnya gue tahu betul rasanya sakit hati seperti apa, gue masih ingat patah hati yang gue rasakan, terakhir kali gue membawakan bubur ayam yang gue beli di depan gang rumah mantan, gue mengantarkannya dengan bahagia karena bertemu dengan wanita tercinta, tapi beberapa minggu setelah itu, sehabis gue pergi ke luar kota, mantan malah jadian sama sohib gue.

Seolah dunia hancur saat itu, tapi apakah gue harus tenggelam dalam duka? iya, sementara, kemudian gue bangkit dari kesedihan itu.

Lalu gue mulai percaya kalo kisah-kisah pahit yang ada di ftv terjadi dalam hidup gue. Sekarang kalo diingat-ingat lagi, gue geli sendiri, sebegitunya perjuangan gue tapi gak dianggap apa-apa sama mantan. Seperti kisah lain dari seorang teman, sebut aja Joko, gue kenal dengan Joko waktu daftar ulang semesteran, kita sering jalan bareng sekedar cari angin segar, ngobrol ringan seputar hobi. Kalo Joko ini cewek, mungkin udah gue gebet dari kapan tahu.

Dia pernah patah hati, patah hati yang pernah gue tahu dari hidup dia adalah, dengan seorang wanita yang dia suka dari dua tahun lalu, iya, waktu selama itu kalo buat parkir di mall, gue bakalan ngejual motor buat bayar parkir. Waktu selama itu juga yang bikin Joko terdiam dalam riuh anak-anak kelas yang selalu kasih support habis-habisan untuk kehidupan percintaannya, tapi Joko selalu diam mematung.

Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyatakan cinta, tapi telat, wanita yang selama dua tahun dia puja-puja dari kejauhan sudah punya pasangan, bahkan sudah jalan selama satu tahun, Joko gak pernah tahu itu, pada akhirnya dia patah hati karena kisah tragis yang dia buat sendiri karena takut patah hati.

Gue mulai sadar jika bahagia adalah jembatan penghubung luka, sedangkan luka adalah jembatan penghubung bahagia. Gimana mereka yang memahaminya, dari sudut pandang yang berbeda.

Tapi kebanyakan orang yang dikategorikan patah hati selalu mengulangi hal yang sama, tahu patah hati, tapi terus diulangi, mengejar yang berlari. Sedih, emang. Sebelum gue bersama pacar, gue pernah melakukan hal itu, mengejar yang berlari, hingga akhirnya gue tahu orang yang gue kejar terus berlari, sampai pada jarak lari yang sangat jauh itu gue menyadari satu hal, kalo gini terus kapan sampainya?


Gambar: Diningrat

Orang yang patah hati selalu dilanda kegelisahaan, seolah hidup hanya berteman dengan kekhawatiran, takut untuk menghadapi kenyataan, padahal kenyataan itu hanya ada dua, pahit dan manis, jika pahit ubah jadi berkesan, jika manis, nikmati.

Akhirnya orang yang patah hati hanya menganggap dirinya adalah produk gagal yang tuhan ciptakan, iya, mereka orang yang patah hati selalu merendakan dirinya sendiri, padahal masih banyak orang patah hati yang lebih patah dari dirinya. Satu hal yang pernah gue lakukan saat patah hati, bersyukur.

Orang yang patah hati adalah orang yang beruntung, orang yang patah hati adalah orang pilihan, tuhan memilih mereka untuk hati lain, hati yang lebih baik, hati yang lebih mengerti. Orang yang patah hati adalah orang yang spesial, mereka berbeda, mereka hanya sementara berada pada titik tersakit, tapi pada akhirnya mereka akan kuat dan belajar untuk tegar.


Diantara orang patah hati itu, gue salah satunya.

Share this

Blogerwin.com adalah website personal calon penulis yang sekarang sedang sibuk menyiapkan konten untuk Youtubenya.

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
10/12/2015 delete

orang yang patah hati akan mengulanginya lagi, kenapa?
karena ada rasa manis diblik pahitnya patah hati

Reply
avatar

Silakan berkomentar sesuai artikel, berikan saran dan kritik yang membangun, karena tanpa kalian blog ini bukan apa-apa. EmoticonEmoticon