Nulis BAB 1

10.35
Gue punya naskah novel fiksi dan non fiksi, iya, gue nulis itu pada tahun 2012-2013, semua naskah itu ditolak mentah-mentah, ada yang dicuekin, ada yang dicuekin banget, ada yang langsung di replay via email kalo naskah itu gak layak, gue sedih dan terpuruk sambil garuk-garuk tembok.

gue memutuskan untuk stop, refreshing otak, nyari ide lagi buat kelarin naskah yang udah gue tulis beratus-ratus halaman, sampai satu tahun kemudian gue coba kirim lagi ke penerbit, ternyata, ditolak, lagi, gue sedih lagi dan gue memutuskan untuk berdiam diri dan menjauhi naskah, biar tersimpan dalam folder 'draft final' di PC gue.


Beberapa bulan yang lalu gue bersih-bersih folder, biar space harddisk jadi lebih banyak, biar bisa nyimpen film bokep terbaru yang epic, gak sengaja gue buka lagi tuh folder 'draft final', gue baca-baca lagi dari BAB 1 sampai BAB akhir, gue senyum-senyum sendiri, sambil gue edit kalimat-kalimat yang gak masuk akal, entah kenapa gue pengin revisi lagi naskah itu, naskah yang udah bikin gue sedih karena ditolakin penerbit, sampai pada suatu hari gue bertemu dengan seorang partner kerja, beliau udah lama banget kerja di kantor gue sekarang, sebagai orang yang levelnya lebih tinggi dari gue, dia memutuskan untuk keluar dari kerjaan yang sekarang, karena udah mentok ilmunya disini, gitu.

Dia bilang sama gue, 'kalo orang lain yang pendidikannya lebih tinggi dari kita bisa ngerjain itu, masak kita yang sama-sama makan nasi gak bisa ngerjain itu?'

Gue bengong sambil mikir, 'iya, ya, dia aja bisa, masak gue gak bisa.' gumam gue dalam hati.

Dari beliau gue belajar hal kecil yang bedampak besar, sebelumnya gue selalu minder sama orang lain, 'ah, wajar lah dia bisa jadi penulis, orang temennya penulis juga.' padahal, gue tahu sebelum Alit bisa jadi penulis seperti sekarang, dulu dia juga pernah jadi peserta book signing idolanya, Raditydika. Kalo Alit yang gak lulus-lulus kuliah aja bisa lulus nerbitin buku sampai lulus bikin bukunya jadi film, masak gue gak bisa, sama-sama makhluk ciptaan tuhan, bedanya dia udah duluan, gue masih dibelakang.

Sekarang problemnya gue bingung nerusin bab 1 ini, udah nulis sepuluh halaman dan gue berhenti, gak tahu mau nulis apa lagi, gue coba menyendiri biar kelar bab 1 ini, tapi gak kelar-kelar, cuma halaman putih dan kedipan krusor mouse yang gue liatin, sampai akhirnya gue nulis posting ini, gue belum tahu harus ngelanjutin atau gue diemin aja.



Share this

Blogerwin.com adalah website personal calon penulis yang sekarang sedang sibuk menyiapkan konten untuk Youtubenya.

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »

Silakan berkomentar sesuai artikel, kasih saran dan kritik yang membangun, karena tanpa kalian blog ini bukan apa-apa. EmoticonEmoticon